VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Kemnaker Siapkan Dua Skema Pemulihan Ekonomi Bagi Penyitas Narkoba

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli(Foto: Voiceindonesia.co/Setpres)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Penyintas penyalahgunaan narkoba kini punya dua pilihan jalur pemulihan ekonomi sekaligus, bekerja di perusahaan atau membangun usaha sendiri. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merancang skema berbeda untuk masing-masing jalur, memastikan pembekalan yang diberikan benar-benar sesuai dengan pilihan hidup yang diambil setiap peserta.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan bagi peserta yang memilih bekerja di perusahaan, Kemnaker akan memfasilitasi akses penempatan dengan mempertemukan kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan pemberi kerja secara langsung.

"Yang kami siapkan bukan hanya pelatihannya, tetapi juga bagaimana setelah memiliki kompetensi mereka bisa mendapatkan akses menuju pekerjaan atau mengembangkan usaha secara mandiri," katanya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Sementara bagi peserta yang memilih jalur wirausaha, Yassierli menyebut pembekalan akan diarahkan pada penguatan keterampilan teknis, pengetahuan kewirausahaan, hingga pendampingan sesuai bidang usaha yang ingin dikembangkan masing-masing peserta.

Skema dua jalur ini merupakan bagian dari langkah Kemnaker menyiapkan akses pelatihan dan peluang kerja bagi penyintas penyalahgunaan narkoba yang telah menjalani rehabilitasi, dituangkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi bersama BNN, Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan di PPSDM BNN Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Yassierli menegaskan pemulihan bukan titik akhir dari proses yang dijalani penyintas, melainkan gerbang menuju kesempatan baru untuk kembali bekerja dan hidup mandiri secara ekonomi.

"Pemulihan bukan akhir dari proses. Setelah menjalani rehabilitasi, mereka perlu memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, berkarya dan menjalani kehidupan secara mandiri," ujarnya.

Ia menyebut keberhasilan rehabilitasi tidak cukup diukur dari pulihnya kondisi fisik dan psikologis semata, melainkan juga membutuhkan dukungan lanjutan agar penyintas bisa menata kembali kehidupan, memperoleh penghasilan, dan membangun kepercayaan diri saat kembali ke lingkungan sosial.

Yassierli menegaskan kesempatan memperoleh pekerjaan layak harus terbuka bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi, termasuk mereka yang telah melewati proses rehabilitasi dan berhak mendapat ruang mengembangkan kompetensi sesuai kemampuannya.

Ia optimistis kolaborasi lintas sektor ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi penyintas penyalahgunaan narkoba, baik untuk memperoleh keterampilan, memasuki dunia kerja, maupun membangun usaha mandiri ke depan.

Kepala BNN Suyudi Ario Seto menegaskan upaya pencegahan hingga pemberantasan penyalahgunaan narkotika tidak bisa dijalankan sendiri oleh lembaganya, sehingga kolaborasi lintas kementerian menjadi krusial dalam keseluruhan proses ini.

"BNN tidak bisa hadir sendiri dalam hal ini. Karena itu, kolaborasi dan dukungan dari kementerian serta lembaga terkait menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan hingga pemberantasan penyalahgunaan narkotika," ujar Suyudi.

Ringkasan AI

Jakarta – Penyintas penyalahgunaan narkoba kini punya dua pilihan jalur pemulihan ekonomi sekaligus, bekerja di perusahaan atau membangun usaha sendiri. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merancang skema berbeda untuk masing-masing jalur, memastikan pembekalan yang diberikan benar-benar sesuai dengan pilihan hidup yang diambil setiap peserta.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Resmi Dibuka, Program SMK Go Global Bidik 500 Ribu Calon Pekerja MigranPekerja Migran Indonesia

Resmi Dibuka, Program SMK Go Global Bidik 500 Ribu Calon Pekerja Migran

S Nurafifa· 11 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.