VOICEINDONESIA.CO, Padang – Musim haji 2026 menyisakan duka mendalam bagi sejumlah keluarga jamaah Debarkasi Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat 10 jamaah asal Sumbar wafat di Tanah Suci hingga 20 Juni 2026, sementara tujuh lainnya masih menjalani perawatan intensif di Arab Saudi.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumbar M. Rifki menyebut tujuh haji yang masih dirawat di antaranya Busnar Jamaran, Syafei Nawaar, dan Usdarti Abu Nawas asal Kota Padang, Emma Yuliati dan Stafruddin Sutan Badarun asal Padang Panjang, Syaifuddin Wirdas Tompek dari Pasaman Barat, serta Jasri Abu Nawas dari Limapuluh Kota.
"Kita doakan seluruh jamaah yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan dan kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air," kata Rifki pada Minggu (21/6/2026).
Ia menegaskan ketujuh jamaah tersebut baru akan dipulangkan setelah dinyatakan sehat dan memenuhi syarat untuk terbang.
"Hingga akhir operasional haji tahun ini tercatat 10 haji Embarkasi Padang wafat di Tanah Suci," kata Rifki.
Dari 10 jamaah yang wafat, tujuh berasal dari Sumbar dan tiga dari Bengkulu, yakni Tukiman Sandy Kromo Karso, Mustina Abdul Basir, dan Umi Kasnini Rasyid. Para jamaah dimakamkan di pemakaman Baqi, Sharaya, dan Dahban.
Embarkasi Haji Padang secara keseluruhan memberangkatkan 5.374 peserta haji, terdiri dari 3.989 jamaah asal Ranah Minang, 1.331 dari Bengkulu, serta 54 petugas kloter dari kedua provinsi.



























