VOICE Indonesia
Nasional

KemenPPPA-PBNU MoU Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Afifah - VOICEIndonesia.co1 menit baca
VOICE Indonesia di Google
KemenPPPA-PBNU MoU Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
KemenPPPA-PBNU MoU Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait peningkatan sinergitas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Kami lebih fokus menjalin kolaborasi bersama Keluarga Maslahat, kemudian nanti dengan Muslimat NU, dan LAZISNU. Melalui sinergi ini, kami berupaya memperkuat pemberdayaan perempuan dan meningkatkan perlindungan anak, khususnya di tingkat desa agar mereka mendapatkan akses yang lebih baik terhadap pendidikan, kesejahteraan, dan perlindungan yang layak," kata Arifah Fauzi di Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Baca Juga: Pemerintah kaji penempatan atase hukum di KBRI Seoul

Isi MoU tersebut berkaitan erat dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dikolaborasikan dengan lembaga-lembaga dan Badan Otonom (Banom) yang ada di PBNU, seperti NU Care-LAZISNU dan Muslimat NU.

Menteri PPPA menyampaikan MoU ini menjadi landasan untuk menyatukan program dan kegiatan dalam rangka meningkatkan sinergitas kedua belah pihak dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, koordinasi, dan kerja sama dalam upaya bersama mewujudkan sinergi yang lebih baik dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Dengan adanya kerja sama ini, Menteri Arifatul Choiri Fauzi berharap upaya perlindungan dan pemberdayaan terhadap perempuan dan anak dapat semakin optimal.*

Ringkasan AI

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait peningkatan sinergitas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. "Kami lebih fokus menjalin kolaborasi bersama Keluarga Maslahat, kemudian nanti dengan Muslimat NU, dan LAZISNU.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTTImigrasi

Diduga Hendak ke Australia Secara Ilegal, 5 WNA Dicegat dan Dideportasi Imigrasi NTT

Afifah· 01 September 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.