VOICE Indonesia
Nasional

Kepala BP2MI Lepas CPMI Tenaga Kesehatan ke Jerman

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Kepala BP2MI Lepas CPMI Tenaga Kesehatan ke Jerman
Kepala BP2MI Lepas CPMI Tenaga Kesehatan ke Jerman

Jakarta - Sebanyak sembilan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) skema Government to Government (G to G) Jerman dilepas Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, di lounge BP2MI Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (17/4/2023).

Kesembilan CPMI merupakan tenaga kesehatan yang akan bekerja sebagai perawat di kota Hamburg, Frankurt, Munich dan Nuremberg.

Kepala BP2MI mengatakan, PMI adalah orang hebat yang berani ambil resiko meninggalkan keluarganya demi mencari nafkah.

“Mereka ini orang-orang hebat. Berani kerja diluar demi keluarga. Hebatnya lagi gaji mereka dikirim ke Indonesia dan menjadi devisa negara. Tapi jangan lupa orang hebat lainnya yaitu Ibu Bapak yang selalu memohon kepada Tuhan kesuksesan anaknya,” ungkap Benny, dikutip VoiceIndonesia, (28/04/23).

Jerman merupakan negara favorit penempatan karena memiliki Undang-unsang pelindungan tenaga kerja asing dan memiliki gaji tertinggi.

Benny mengatakan, BP2MI sudah meminta ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) untuk lakukan perluasan skema G to G.

“Kita hanya mengusulkan. Tapi kewenangan di Kemnaker. Saat ini skema G to G hanya tiga negara. P to P 75 negara. Justru memberikan keleluasaan kepada perusahaan. Harusnya jika ditempatkan Pemerintah itu lebih aman. Kita sedang usulkan 18 negara penempatan G to G," jelasnya.

Benny menjelaskan mengapa BP2MI kerap melakukan glorifikasi terhadap keberangkatan para CPMI. Menurutnya, ini adalah penghormatan kepada duta bangsa yang selama ini diabaikan. Bahkan banyak pejabat yang memandang para PMI sebelah mata dan memandang rendah.

“Bahkan, saat PMI tiba di bandara jadi obyek pemerasan. Disiapkan kendaraan diantar paksa pulang dengan tarif tinggi. Kemudian juga dipaksa menukarkan mata uang asing tak sesuai nilainya. Ini menyedihkan. Lebih parahnya lagi kejahatan ini dibekingi oknum yang beratribut kekuasaan," ungkap Benny.

Diakhir sambutannya, Benny berpesan kepada para CPMI untuk menjaga perilaku di negara penempatan nanti.

“Semoga keberangkatan malam ini lancar. Tiba dengan aelamat tampa kendala apapun dan selama bekerja dapat menunjukan kelakuan baik penuh disliplin dan sopan santun, itulah perilaku yang membanggakan bangsa Indonesia,”

Sempat di wawancara, Krista (25), CPMI asal solo menyampaikan kegembiraannya saat dinyatakan lulus tes dan berangkat kerja ke Jerman.

“Sampai deg-degan saat sebelum pengumuman. Karena saya dan keluarga sangat berharap. Semoga saya bisa menerapkan ilmu yang saya pelajari dan dapat menolong orang lain," kata Krista, yang pernah belajar di Stikes Panti Kosala, Surakarta ini.

Ringkasan AI

Jakarta - Sebanyak sembilan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) skema Government to Government (G to G) Jerman dilepas Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, di lounge BP2MI Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (17/4/2023). Kesembilan CPMI merupakan tenaga kesehatan yang akan bekerja sebagai perawat di kota Hamburg, Frankurt, Munich dan Nuremberg.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.