VOICE Indonesia
Nasional

Petani Lebak Kembangkan Tanaman Bawang Merah

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Petani Lebak Kembangkan Tanaman Bawang Merah
Petani Lebak Kembangkan Tanaman Bawang Merah

VOICEIndonesia.co, Rangkasbitung - Petani Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengembangkan tanaman bawang merah setelah hasil uji coba dapat dipanen hingga menghasilkan produksi 600 kilogram.

"Dari enam kuintal itu dijual rata-rata Rp30 ribu per kilogram dan menghasilkan uang Rp18 juta," kata Ketua Kelompok Tani Sri Makmur 2 Desa Kalanganyar Kabupaten Lebak Sukri dalam keterangan di Rangkasbitung, Lebak, Minggu (23/06/2024).

Keberhasilan penanaman bawang merah itu berawal dari bantuan benih Bima Brebes dari Dinas Pertanian Provinsi Banten.

Benih Bima Brebes merupakan benih bawang unggul dan masa panen cukup pendek dengan 60 hari setelah tanam. Karena itu, tanaman bawang merah tersebut sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Lebak.

"Kami minta petani di sini dapat mengembangkan pertanian bawang merah guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga," katanya.
Dia kini menanam bawang merah di lahan seluas 2.500 meter persegi (m2) dengan benih 200 kilogram (kg) dan diperkirakan dapat menghasilkan produksi 2 ton.

Biaya produksi tanaman bawang merah dari lahan seluas 2.500 m2 itu sekitar Rp10 juta.

Baca Juga: Kemenhub Terbitkan SE Penetapan Gaji Pokok Awak Kapal Indonesia

Jika produksi 2 ton dengan harga bawang merah Rp30 ribu per kg maka bisa menghasilkan pendapatan Rp60 juta dan bisa meraup keuntungan bersih Rp50 juta setelah dipotong biaya produksi Rp10 juta.

Ia mengatakan, pihaknya menggeluti pertanian bawang merah itu, karena dulu di kampung halamannya di Bima NTB sebagai petani bawang sehingga tidak begitu kesulitan untuk mengembangkanya di Kabupaten Lebak.

Namun, perawatan tanaman bawang cukup berat dibandingkan dengan tanaman padi dan tanaman pangan lainnya.
Perawatan tanaman bawang merah itu setiap pagi harus disiram air agar batang tanaman tumbuh subur.

"Kami optimistis binaan petani di wilayah ini bisa menghasilkan produksi bawang merah dan bisa memenuhi permintaan pasar lokal di Rangkasbitung," kata Sukri.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, pihaknya memotivasi petani agar mengembangkan tanaman bawang merah karena permintaan pasar cukup tinggi.

Saat ini permintaan bawang merah untuk pasar lokal Rangkasbitung saja dipasok dari Brebes, Jawa Tengah. "Kami minta petani mengembangkan tanaman bawang merah agar dapat memenuhi permintaan pasar lokal," katanya.*

Ringkasan AI

**Rangkuman Berita:** Petani di Kabupaten Lebak, Banten, berhasil mengembangkan tanaman bawang merah setelah uji coba menghasilkan 600 kg dengan harga jual Rp30 ribu per kg, menghasilkan pendapatan Rp18 juta. Keberhasilan ini dimulai dari bantuan benih Bima Brebes unggul dari Dinas Pertanian Banten yang memiliki masa panen singkat hanya 60 hari. Ketua Kelompok Tani kini menargetkan menanam bawang merah di lahan 2.500 m² dengan estimasi produksi 2 ton dan keuntungan bersih mencapai Rp50 juta. Pemerintah daerah mendorong pengembangan ini karena permintaan pasar lokal tinggi namun selama ini dipasok dari Brebes, Jawa Tengah.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.