VOICE Indonesia
Nasional

Polri Antisipasi Kerawanan Pemilu di Luar Negeri dan Cegah Intimidasi ke Pemilih

Redaksi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Polri Antisipasi Kerawanan Pemilu di Luar Negeri dan Cegah Intimidasi ke Pemilih
Polri Antisipasi Kerawanan Pemilu di Luar Negeri dan Cegah Intimidasi ke Pemilih

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Polri gencar mengantisipasi potensi kerawanan dalam pelaksanaan Pemilu di luar negeri dan berkomitmen untuk mencegah intimidasi selama proses pemungutan suara.

Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti mengingatkan Satgas PAM TPSLN untuk mengawasi rawannya surat suara.

“Saat hari H pencoblosan teman-teman sudah tahu, paling rawan adalah surat suara, kapan surat suara itu dicoblos, titik pencoblosan itu harus berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia,” kata Krishna dalam sambutannya di Garuda Hall, Pusat Misi Internasional Divhubinter Polri, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (29/1/2024).

Baca Juga : PPLN Hong Kong Telah Terima 54 Ribu Surat Suara Tercoblos dari Pemilih

Krishna juga menyoroti kebutuhan untuk memastikan ketertiban dan mengawasi segala potensi keributan yang mungkin timbul selama Pemilu di wilayah luar negeri.

“Jadi dijaga betul supaya tidak ada intimidasi, kemudian teman-teman harus mengawasi lainnya dan segala hal-hal kecil keributan yang muncul,” tegasnya.

Menurut Krishna, upaya ini merupakan bagian dari persiapan Polri yang melibatkan 95 personel dalam Satgas PAM TPSLN yang akan ditempatkan di 12 wilayah luar negeri.

Baca Juga : PPLN Antisipasi Kepadatan Pemilih Saat Pencoblosan di KJRI Hong Kong

Dengan fokus pada pencegahan kerawanan dan intimidasi, Polri bertekad menjalankan pengamanan Pemilu 2024 dengan baik di luar negeri demi terciptanya proses demokratis yang adil dan aman.

“Teman-teman, surat suara ada kerawanan sendiri. Jadi surat suara fokus surat suara, ini jangan sampai surat suara ini menimbulkan masalah dan menjadi bahan bakar, bagi ujung-ujungnya sengketa pemilu. Jadi sengketa pemilu setiap 5 tahun selalu ada, akan dibawa ke Jakarta diajukan ke MK,” ucap Krishna.

“Tapi kalau sengketa pemilu itu bahan bakarnya ada di wilayah rekan-rekan, itu menjadi kerawanan yang bagi saya ini salah satu ketidakberhasilan kita,” ujar Krishna. (*)

Ringkasan AI

**Rangkuman Berita:** Polri telah menggerakkan 95 personel dalam Satgas PAM TPSLN yang ditempatkan di 12 wilayah luar negeri untuk mengantisipasi kerawanan dan mencegah intimidasi selama Pemilu 2024. Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap surat suara dan memastikan proses pencoblosan berjalan langsung, umum, bebas, dan rahasia tanpa ada gangguan atau keributan kecil. Upaya ini bertujuan untuk menjaga integritas pemungutan suara dan mencegah potensi sengketa pemilu yang dapat merugikan proses demokratis secara keseluruhan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.