VOICE Indonesia
Nasional

Tolak Korupsi, KSPI Akan Demo BPJS Ketenagakerjaan

Redaksi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Tolak Korupsi, KSPI Akan Demo BPJS Ketenagakerjaan
Tolak Korupsi, KSPI Akan Demo BPJS Ketenagakerjaan
JAKARTA,AKUUPDATE.ID - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar unjuk rasa dua hari berturut-turut. Pertama adalah aksi di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan pada hari Rabu 17 Februari 2021 dan dilanjutkan di Kantor Kejaksaan Agung pada hari Kamis 18 Februari 2021. Selain aksi lapangan, KSPI juga melakukan aksi virtual di media sosial. Presiden KPSI Said Iqbal menyampaikan, aksi akan dilakukan selama 2 (dua) jam dari pukul 10.00 – 12.00 WIB. Tidak hanya di Jakarta, aksi juga dilakukan serentak di 10 provinsi lain, seperti Jawa Barat (Bandung), Jawa Tengah (Semarang), Banten (Serang), Jawa Timur (Surabaya), Kalimantan Selatan (Banjarmasin), Kepulauan Riau (Batam), Aceh (Banda Aceh), Makassar, hingga Gorontalo; bertempat di Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan. Baca Juga : Menolak Terlibat Bahas Aturan Turunan UU Cipta Kerja, Ini yang Akan Dilakukan KSPI “Dalam aksi nanti, kami meminta Kejaksaan Agung untuk terus melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. Sekecil apapuin kalau ada temuan, harus dibawa ke persidangan,” kata Said Iqbal. “Jangan hentikan penyidikan hanya dengan kalimat ini adalah resiko bisnis,” tegasnya. Apalagi, kerugian di BPJS Ketenagakerjaan terjadi selama 3 tahun. Ini bukan sekedar salah kelola, karena mana mungkin selama tiga tahun berurut-turut kesalahan dibiarkan? KSPI, kata Said Iqbal, sudah mengirimkan surat ke Kejaksaan Agung agar sungguh-sungguh dalam menangani kasus ini. Surat juga ditembuskan ke Presiden Joko Widodo. “Kami percaya Presiden Jokowi akan memperhatikan dan mengambil tindakan terhadap indikasi korupsi di BPJS Ketenagakerjaan,” kata Said Iqbal. Selain itu, KSPI meminta pihak terkait memanggil para direksi dan lembaga investasi untuk menggali keterangan. Termasuk mencekal para Direksi BPJS Ketenagakerjaan untuk tidak bepergian ke luar negeri. “Kami juga meminta direksi untuk menghentikan dulu retorika tentang indikasi korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, supaya tidak menjadi polemik yang semakin berkepanjangan,” lanjutnya. Baca Juga : Hari Ketiga Mogok Nasional, Kspi Tetap Pusatkan Aksi Di Daerah Industri “Kalau disebutkan dana buruh aman, pasti aman. Karena dana yang dikeloa BPJS cukup besar. Karena setiap bulan dana buruh masuk. Sehingga kalau ada dugaan korupsi sebesar 20 T memang kecil jika dibandingkan dengan dana BPJS yang mencapai 500 T. Sehingga tidak akan mengganggu keuangan secara keseluruhan,” katanya. “Tetapi yang kita persoalkan adalah adanya potensi kerugian sebesar 20 T di BPJS Ketenagakerjaan. Buruh pasti akan bereaksi, karena ada uang mereka di sana,” katanya (*/red)

Ringkasan AI

**Rangkuman:** Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar demonstrasi dua hari berturut-turut pada 17-18 Februari 2021 di Kantor BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Agung, serta serentak di 10 provinsi lainnya untuk menolak indikasi korupsi di BPJS Ketenagakerjaan. Presiden KSPI Said Iqbal mendesak Kejaksaan Agung untuk melanjutkan penyelidikan dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar 20 triliun rupiah selama tiga tahun berturut-turut. KSPI juga meminta direksi BPJS untuk dicekal agar tidak bepergian ke luar negeri dan menghentikan retorika yang memperpanjang polemik, sambil menekankan bahwa kerugian ini adalah tanggung jawab buruh yang memiliki dana di BPJS.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.