VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi mendorong perluasan praktik kerja yang mampu menciptakan lingkungan produktif, adaptif, inklusif, dan kondusif agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas di dunia kerja.
Cris mengatakan pembangunan lingkungan kerja yang baik tidak hanya menyangkut kondisi tempat kerja, tetapi juga perlu diiringi dengan penguatan keterikatan antara pekerja dan perusahaan atau employee engagement.
“Karena itu, pembangunan lingkungan kerja perlu diikuti dengan penguatan keterikatan antara pekerja dan perusahaan sebagai bagian dari budaya di tempat kerja,” kata Cris dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang baik memiliki fondasi lebih kuat untuk berkembang menjadi perusahaan yang produktif, inovatif, berkelanjutan, dan kompetitif.
Karena itu, perusahaan yang telah menerima penghargaan atas praktik kerja yang baik diharapkan tidak berhenti pada pencapaian tersebut. Mereka juga didorong membagikan pengalaman dan praktik baik kepada perusahaan lain.
“Keberhasilan satu perusahaan dapat ditularkan kepada perusahaan lain agar penerapan praktik baik tersebut semakin luas,” ujarnya.
Cris menilai semakin luas praktik baik diterapkan di lingkungan kerja, semakin besar peluang keterikatan antara pekerja dan perusahaan berkembang menjadi bagian dari budaya kerja yang lebih kuat.
Dengan demikian, pengalaman perusahaan penerima penghargaan dapat menjadi pembelajaran bagi perusahaan lain dalam membangun lingkungan kerja yang lebih baik.
Selain perluasan praktik kerja, Cris mengusulkan agar aspek inklusivitas mendapat perhatian lebih besar dalam pemberian penghargaan pada masa mendatang.
Menurut dia, penghargaan dapat memberikan perhatian terhadap upaya perusahaan dalam menciptakan kesempatan kerja yang inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Cakupan penghargaan juga dinilai dapat diperluas dengan melibatkan sektor publik, tidak hanya perusahaan swasta.
“Sektor publik juga sedang membangun keterikatan yang kuat antara pekerja dan pemberi kerja sebagai bagian dari budaya organisasi,” kata dia. (af)



























