VOICE Indonesia
News

KP2MI: Desa Jadi Garda Terdepan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
KP2MI: Desa Jadi Garda Terdepan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
KP2MI: Desa Jadi Garda Terdepan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
VOICEINDONESIA.CO, Batam – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mendorong desa menjadi garda terdepan dalam perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Upaya tersebut dilakukan melalui program Desa Migran Emas yang mencakup edukasi, pendataan, dan komunikasi aktif dengan warganya yang bekerja di luar negeri. Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI Muh. Fachri menyebut desa merupakan titik awal proses migrasi. Dengan keterlibatan desa, aparat setempat dapat lebih cepat mengenali calon pekerja yang berangkat secara ilegal. “Desa Migran Emas ini adalah upaya terpadu yang dilakukan oleh negara dan berbagai stakeholder untuk memberikan pelindungan pekerja migran Indonesia,” ujar Fachri dalam seminar Hari Minggu Migran Sedunia, Batam, Minggu (21/9/2025). Baca Juga: Komnas HAM: Pelanggaran HAM Pekerja Migran Mulai Sejak Proses Keberangkatan “Di sanalah para sindikasi TPPO memanfaatkan kelemahan SDM kita yang ada di desa,” tambahnya. Fachri menjelaskan, program ini telah terbentuk di 70 desa dengan target mencapai 400 desa hingga akhir tahun. Setiap desa akan membentuk satuan tugas untuk mendata dan menghubungi warga yang bekerja di luar negeri, meminimalkan risiko keberangkatan ilegal dan eksploitasi. Baca Juga: Tingginya Pelanggaran HAM bagi PMI Jadi Alarm Lemahnya Perlindungan Negara “Sampai saat ini, sudah ada 70 Desa Migran Emas yang terbentuk. Targetnya akan ada 400 desa hingga akhir tahun ini,” ujarnya lagi. Ia menekankan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pusat, serta organisasi masyarakat sipil penting agar perlindungan pekerja migran berjalan menyeluruh, dari hulu hingga hilir. “Desa menjadi garda terdepan perlindungan pekerja migran,” tutup Fachri.

Ringkasan AI

# Rangkuman Berita KP2MI meluncurkan program "Desa Migran Emas" untuk menjadikan desa sebagai garda terdepan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui edukasi, pendataan, dan komunikasi aktif dengan warga yang bekerja di luar negeri. Program ini telah terbentuk di 70 desa dengan target mencapai 400 desa pada akhir tahun, bertujuan mendeteksi dini keberangkatan ilegal dan mencegah eksploitasi tenaga kerja. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan organisasi masyarakat sipil ditekankan sebagai kunci kesuksesan perlindungan PMI yang komprehensif.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.