VOICE Indonesia
News

Nasib 600 WNI Belum Jelas, Diperkirakan Terjebak Ditengah Konflik Kamboja

Sintia N.A - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Nasib 600 WNI Belum Jelas, Diperkirakan Terjebak Ditengah Konflik Kamboja
Nasib 600 WNI Belum Jelas, Diperkirakan Terjebak Ditengah Konflik Kamboja
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Bareskrim Polri mengungkap masih ada sekitar 600 WNI (Warga Negara Indonesia) yang berada di Kamboja setelah berhasil memulangkan 9 korban tindak pidana perdagangan orang. Namun kondisi ratusan WNI tersebut belum dapat dipastikan secara detail. Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengungkapkan data ratusan WNI tersebut diperoleh dari informasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh. "Di sana (Kamboja) masih ada warga negara kita kurang lebih 600 (orang) menurut informasi dari kedutaan," katanya pada Jumat (26/12/2025). Irhamni menjelaskan para WNI tersebut tidak seluruhnya berada di satu perusahaan yang sama dengan sembilan korban yang telah dipulangkan. Mereka tersebar di beberapa tim dan lokasi berbeda di Kamboja. Pihaknya berharap data 600 orang tersebut dapat dilengkapi untuk memudahkan proses evakuasi. Informasi yang dibutuhkan meliputi asal daerah, kondisi mereka di Kamboja, serta tempat kerja masing-masing WNI. Baca Juga : Delapan Warga Jawa Barat Terjebak di Konflik Kamboja "Harapannya ke depan, itu data 600 orang itu lengkap ada. Dari mana asalnya dan bagaimana dia kondisinya di sana, kemudian dia bekerja di mana, lengkap sekali," harapnya. Irhamni menegaskan pemulangan WNI korban TPPO bukanlah hal yang mudah. Proses tersebut memerlukan koordinasi lintas instansi dan data lengkap para korban untuk memastikan keberhasilan evakuasi. Pemulangan 9 WNI merupakan tindaklanjut dari laporan yang diterima pada 8 Desember 2025. Informasi terkait sembilan WNI sebagai korban TPPO juga sempat viral di media sosial. Baca Juga : Darurat! PMI Asal Pekalongan Disekap dan Disiksa di Abu Dhabi, Memohon Pertolongan Presiden "Para korban juga sempat membuat video viral di media sosial terkait unggahan para korban yang memohon bantuan agar bisa dipulangkan ke Indonesia," sambungnya. Berdasarkan laporan tersebut, pada 15 Desember 2025 Desk Ketenagakerjaan Polri berkoordinasi dengan Direktorat PPA/PPO, Divisi Hubungan Internasional Polri, dan Kemenlu. Tim kemudian berangkat ke Kamboja untuk berkoordinasi dengan KBRI. Hasil pendalaman menunjukkan sembilan korban berhasil dievakuasi dan berada di bawah perlindungan KBRI Phnom Penh. Penyelidik selanjutnya berkoordinasi dengan otoritas imigrasi Kamboja untuk sesegera mungkin memulangkan para korban ke Indonesia. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Mengawal Gerbang Negara: Analisis Mendalam Kewenangan Baru Imigrasi Pasca UU 63/2024

Ringkasan AI

Bareskrim Polri telah berhasil memulangkan 9 WNI yang menjadi korban perdagangan orang dari Kamboja, namun masih ada sekitar 600 WNI lainnya yang tersebar di berbagai lokasi dan perusahaan berbeda di negara tersebut dengan kondisi belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian berharap data lengkap mengenai 600 WNI tersebut dapat dikumpulkan, termasuk informasi asal daerah, kondisi mereka, dan tempat kerja untuk memudahkan proses evakuasi. Proses pemulangan para korban memerlukan koordinasi lintas instansi dan kerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Phnom Penh serta otoritas imigrasi Kamboja.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.