VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Perguruan tinggi diminta tidak hanya mencetak lulusan untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka akses ke peluang kerja global. Pemerintah siapkan pembentukan Migrant Center di kampus sebagai wadah informasi, pelatihan, dan fasilitasi penempatan calon pekerja migran.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyebut Migrant Center bisa menjadi sarana kampus ikut menyiapkan calon pekerja migran Indonesia (PMI) dan membuka wawasan soal peluang kerja global.
"Migrant Center ini bisa menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk ikut berkontribusi dalam menyiapkan calon pekerja migran Indonesia. Jadi, kampus tidak hanya mencetak lulusan untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka wawasan dan akses terhadap peluang kerja global," jelasnya pada Kamis (5/11/2026).
Tawaran itu disampaikan kepada pengurus pusat Persatuan Umat Buddha Indonesia (PERMABUDHI) yang dipimpin Ketua Umum Philip K. Widjaja. Melalui Migrant Center, mahasiswa dan masyarakat bisa memperoleh informasi peluang kerja luar negeri dan menyiapkan diri sesuai persyaratan negara tujuan.
Kampus yang tergabung dalam ekosistem Migrant Center berpeluang dilibatkan sebagai pelaksana pelatihan Program SMK Go Global, mencakup keterampilan, bahasa asing, serta pemahaman budaya dan standar kerja negara tujuan. Program itu gratis dengan dukungan pembiayaan pemerintah.
Mukhtarudin juga mendorong PERMABUDHI menyosialisasikan Gerakan Nasional Migran Aman lewat jaringan organisasi dan komunitas umat Buddha di daerah. Ia memperkenalkan skema Kredit Usaha Rakyat Pekerja Migran Indonesia (KUR PMI) sebagai alternatif pembiayaan proses penempatan.
"Keterlibatan organisasi keagamaan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman, legal, dan sesuai ketentuan, sekaligus mencegah penempatan nonprosedural serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," beber Mukhtarudin.
Sekretaris Jenderal PERMABUDHI Bambang Patijaya menyebut organisasinya memiliki jaringan perguruan tinggi, tempat ibadah, dan pusat pembinaan yang dapat dioptimalkan. PERMABUDHI akan menyiapkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dengan KP2MI sebagai langkah awal.
"Kami ingin perguruan tinggi di bawah naungan PERMABUDHI tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu mengakses peluang kerja global. Karena itu, sinergi dengan KP2MI menjadi peluang strategis untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing internasional," cetus Bambang Patijaya.






















