VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Menaker : Pekerja Migran Indonesia Adalah Duta Bangsa

Redaksi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menaker : Pekerja Migran Indonesia Adalah Duta Bangsa
Menaker : Pekerja Migran Indonesia Adalah Duta Bangsa

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, akan terus mendorong Pekerja Migran Indonesia supaya menjadi duta bangsa Indonesia di negara-negara penempatan. Menaker ingin para pekerja migran tidak hanya bekerja di luar negeri, namun juga mengenalkan budaya, kekayaan alam, dan potensi-potensi Indonesia. 

Hal tersebut disampaikan Ida Fauziyah pada acara Sosialisasi Permenaker Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Bagi Pekerja Migran Indonesia di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Sabtu (30/9/23) waktu setempat. 

Ida mengatakan, salah satu hal yang dapat dilakukan para pekerja migran Indonesia selaku duta bangsa adalah menunjukkan kemampuan dan etos kerja terbaik selama bekerja di negara penempatan. Dengan begitu, Ida Fauziyah yakin negara-negara penempatan akan mengakui kualitas pekerja Indonesia tidak hanya dari sisi kompetensi teknis, namun juga soft skill yang baik. 

Baca Juga : PMI Tulungagung Sumbang Devisa Rp2 Triliun Setiap Tahunnya

“Tunjukkan bahwa pekerja Indonesia adalah pekerja yang gigih, penuh tanggung jawab, pekerja keras, dengan demikian teman-teman semua juga membuka lapangan pekerja untuk adik-adik kita yang lain,” kata Ida. 

Ida Fauziyah menjelaskan, saat ini Pemerintah Indonesia tengah berupaya menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional, di antaranya melalui potensi ekonomi dan wisata. 

Oleh karena itu, Ida Fauziyah berharap para pekerja migran sebagai duta bangsa turut mengenalkan kekayaan dan keragaman Indonesia, baik wisata, kuliner, produk UMKM, dsb. 

“Jika teman-teman sudah melakukan peran itu, insyaallah Indonesia menjadi negara maju di tahun 2045 akan bisa dipegang oleh kita semua,” ujarnya. 

Baca Juga : BP2MI Sosialisasi Pencegahan Penempatan PMI Ilegal di Jawa Timur

Ida Fauziyah menambahkan, Pemerintah berupaya memberikan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia melalui program Jaminan Sosial bagi pekerja migran Indonesia dan keluarganya, sebagaimana Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 4 tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia. Regulasi ini merupakan penyempurnaan dari regulasi sebelumnya, yaitu Permenaker Nomor 18 Tahun 2018. 

Dalam Permenaker tersebut, terdapat 7 manfaat baru dan 9 manfaat yang nilainya meningkat. Kenaikan manfaat tersebut, tegas Ida, diberikan tanpa adanya kenaikan iuran program Jaminan Sosial. 

“Pemerintah akan terus bekerja memastikan kepada pekerjanya, mereka yang telah menjadi pahlawan devisa, dengan memberikan pelindungan dari hulu hingga hilir, termasuk memberikan pelindungan sosial bagi mereka,” ujarnya.  (*)

Ringkasan AI

**Rangkuman:** Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mendorong pekerja migran Indonesia untuk menjadi duta bangsa dengan menunjukkan etos kerja terbaik dan memperkenalkan budaya, wisata, serta potensi ekonomi Indonesia di negara penempatan mereka. Pemerintah juga meningkatkan perlindungan pekerja migran melalui Peraturan Menaker Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial, yang menambah 7 manfaat baru dan meningkatkan nilai 9 manfaat lainnya tanpa kenaikan iuran. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru dan berkontribusi pada visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Bolak-Balik ke Papua, Warga Rusia Ini DideportasiImigrasi

Bolak-Balik ke Papua, Warga Rusia Ini Dideportasi

Afifah· 25 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.