VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah Bidik Pasar Kerja PMI ke Amerika Serikat

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Foto merupakan tangkapan layar (screenshot) dari sesi Zoom Meeting bertajuk "Zoom Meeting bersama KBRI Washington D.C. dan seluruh KJRI di Amerika Serikat".
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani memimpin pertemuan daring bersama Duta Besar RI untuk Amerika Serikat serta seluruh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Amerika Serikat(Foto: Voiceindonesia.co/Humas KP2MI)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mendorong kerja sama dengan Perwakilan RI di Amerika Serikat untuk membuka peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara tersebut. Hal ini disampaikan alam pertemuan daring bersama Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo dan seluruh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Amerika Serikat, Jumat (21/8/2026).

Christina menegaskan kementeriannya siap memperkuat koordinasi dengan Perwakilan RI untuk mengidentifikasi peluang pasar kerja sekaligus memastikan proses penempatan PMI berjalan sesuai regulasi dan mengedepankan aspek pelindungan.

"Kami sepakat membangun kerja sama yang lebih erat. Kami siap memberikan asistensi, termasuk proses verifikasi job order dan regulasi penempatan," ujar Christina.

Ia menyebut sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan untuk penempatan PMI di Amerika Serikat, di antaranya awak kapal (cruise ship), hospitality, caregiver, tenaga keperawatan (nursing), serta sejumlah pekerjaan teknis seperti welder dan pengemudi truk (truck driver).

Christina menilai sinergi dengan Perwakilan RI penting karena pembukaan pasar kerja baru memerlukan pemahaman yang baik terkait kebutuhan tenaga kerja, regulasi, serta mekanisme ketenagakerjaan di negara tujuan.

Meski begitu, ia mengakui peluang tersebut masih perlu ditindaklanjuti dengan kajian dan koordinasi lebih lanjut, terutama soal persyaratan visa yang menjadi salah satu aspek penting dalam penempatan PMI ke Amerika Serikat.

"Memang masih ada sejumlah hal yang perlu kita luruskan dan dalami, terutama terkait visa," ungkap politisi Partai Golkar ini.

Christina menekankan upaya membuka pasar Amerika Serikat tidak semata mengejar peningkatan jumlah penempatan PMI, melainkan memastikan setiap peluang kerja yang dibuka memenuhi ketentuan dengan job order yang jelas, serta memberikan kepastian pelindungan bagi pekerja migran.

"Intinya kami ingin membuka peluang di Amerika Serikat dengan bantuan Perwakilan RI, tetapi tetap memastikan seluruh prosesnya berjalan sesuai ketentuan dan pelindungan pekerja migran menjadi prioritas," tegasnya.

Christina berharap koordinasi antara Kementerian P2MI, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI, serta KJRI di Amerika Serikat dapat semakin erat, sehingga peluang pasar kerja yang potensial dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara konkret ke depannya.

Ringkasan AI

Jakarta – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mendorong kerja sama dengan Perwakilan RI di Amerika Serikat untuk membuka peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di negara tersebut. Hal ini disampaikan alam pertemuan daring bersama Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo dan seluruh Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Amerika Serikat, Jumat (21/8/2026).

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Dua WNA Dideportasi, Ada Asal PalestinaImigrasi

Dua WNA Dideportasi, Ada Asal Palestina

Afifah· 20 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.