VOICEINDONESIA.CO, Tangerang – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa memilih menambah anggaran operasional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di tengah tarif cukai rokok dan minuman berpemanis yang belum juga rampung dibahas.
Penambahan anggaran itu diarahkan untuk memperkuat operasi pemberantasan barang impor ilegal maupun berbagai praktik kecurangan bisnis lain yang masih marak terjadi di dalam negeri.
"Bea Cukai biaya operasinya kita tambah supaya lebih banyak aktif menangkap penyelundupan-penyelundupan," kata Purbaya, Kamis (13/8/2026).
Langkah ini diambil di saat dua kebijakan cukai besar lainnya justru belum menemui titik terang. Rencana penambahan satu layer baru tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT), misalnya, masih tersendat di meja pembahasan bersama DPR RI meski proposalnya diklaim sudah rampung disusun.
"Tarifnya belum bisa diumumkan karena masih harus diskusi sama DPR dulu," kata dia.
Nasib serupa juga dialami kebijakan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) yang sempat molor pemberlakuannya. Purbaya menyebut kebijakan itu sengaja belum dimasukkan ke dalam perhitungan utama APBN tahun ini lantaran statusnya belum final.
Kendati dua kebijakan cukai tersebut masih tarik ulur, Purbaya optimistis kinerja Bea Cukai belakangan sudah menunjukkan tren perbaikan. Ia mengklaim penerimaan negara dari sektor itu mulai tumbuh, sementara peredaran rokok ilegal di pasaran disebut menurun drastis dalam beberapa waktu terakhir.



























