VOICEINDONESIA.CO, Kendal – Peringatan haul ke-57 KH Rama' Mas'ud di Desa Sendangdawuhan menjadi ruang bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 163 untuk mewujudkan pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa Posko 163 berkolaborasi aktif bersama warga setempat dalam menyukseskan seluruh rangkaian acara yang berlangsung sejak awal Agustus.
Koordinator Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, menyebut peringatan haul ini menjadi ruang penting untuk menanamkan nilai pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian kepada masyarakat, bukan sekadar seremoni mengenang jasa para pendahulu.
"Haul bukan sekadar mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian kepada Masyarakat," ujarnya kepada Voiceindonesia.co, Minggu (9/8/2026).
Rangkaian haul dimulai dengan pembersihan makam keluarga di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari, pada Minggu (2/8/2026), meliputi pemangkasan rumput, pemasangan bendera, hingga pembersihan area makam secara menyeluruh.
Malam berikutnya, Rabu (5/8/2026), mahasiswi KKN bersama ibu-ibu setempat menggelar tahlil dan pembacaan Maulid Burhany di Musholla Al-Hidayah, RT 01/RW 01, Gilisari, dengan salah satu mahasiswi turut membantu membacakan ayat suci Al-Quran di hadapan jamaah.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan yasin dan doa bersama oleh jamaah putra di maqbarah, sebelum mahasiswa dan warga berkoordinasi membahas jalannya pengajian umum yang akan digelar keesokan harinya.
Puncak rangkaian haul berlangsung lewat pengajian umum di Maqbarah Desa Bulak, dengan mauidhoh hasanah disampaikan langsung oleh KH Ihsanuddin Abdan, Pengasuh Pondok Pesantren Daaruttauhid, Magelang.
Pada acara puncak tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam kelompok kecil yang tersebar di sejumlah pos, mulai dari penerima tamu di ndalem, penunjuk jalan di persimpangan, hingga pengarah tamu di area maqbarah, dengan masing-masing pos diisi lima mahasiswa bersama Barisan Anshor Serbaguna (Banser).
Ia menegaskan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi upaya konkret menghadirkan aspek pengabdian kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan Tridharma Perguruan Tinggi, bukan sekadar menyelesaikan program kerja semata.
"Melalui keterlibatan dalam peringatan Haul ke-57 ini, kami sebagai mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 163 berupaya menghadirkan makna nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada Masyarakat," imbuhnya.
Ia menutup dengan menegaskan kehadiran mahasiswa KKN bukan untuk merasa paling tahu, melainkan untuk belajar dan bertumbuh bersama masyarakat setempat.
"Kami datang bukan untuk merasa paling tahu, tetapi untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama. Dari setiap langkah pengabdian, kami percaya bahwa perubahan selalu berawal dari kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata," pungkasnya.
























