VOICE Indonesia
Humaniora

Siswa SD di Kendal Diajari Pemilahan Sampah Sejak Dini

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Foto memperlihatkan puluhan siswa SD berseragam merah-putih kotak-kotak berpose bersama sekitar 12 mahasiswa KKN berompi maroon di dalam ruang kelas yang dihias bendera merah-putih dan mural pohon di dinding biru.
Tim KKN Posko 163 UIN Walisongo Semarang bersama siswa-siswi SD Negeri 2 Sendangdawuhan usai mengikuti kegiatan sosialisasi pemilahan sampah, Rabu (26/8/2026).(Foto: Voiceindonesia.co/Dok.KKN 163)

VOICEINDONESIA.CO, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 163 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi pemilahan sampah yang menyasar siswa SD Negeri 2 Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Koordinator Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, menilai pembiasaan memilah sampah perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar kelak menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.

"Edukasi seperti ini penting karena kebiasaan menjaga kebersihan perlu diajarkan sejak kecil," katanya dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/8/2026).

Tim KKN tidak hanya menjejali siswa dengan teori. Anak-anak langsung diajak mempraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik lewat sesi permainan yang dikemas interaktif.

Mahasiswa KKN menyampaikan materi lewat cerita edukatif yang mudah dicerna anak-anak. Sampah organik dikenalkan sebagai bahan yang bisa membusuk menjadi pupuk, sementara sampah anorganik ditekankan sebagai barang yang masih bisa didaur ulang.

Penekanan materi tidak berhenti pada anjuran membuang sampah pada tempatnya. Siswa diajak memahami bahwa memilah sampah sejak dari sumbernya jauh lebih penting untuk menjaga kebersihan lingkungan belajar dan bermain.

Sesi paling ditunggu muncul saat anak-anak dibagi ke dalam dua kelompok untuk berlomba memasukkan contoh sampah ke toples yang telah dipisahkan antara organik dan anorganik. Suasana kelas berubah riuh oleh sorak-sorai sesama peserta.

Khilmi berharap materi yang diterima siswa tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terbawa hingga ke rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Kegiatan sederhana seperti ini bisa memberikan dampak yang baik dan membuat anak-anak lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," pungkasnya. (Faustina Ageng)

Ringkasan AI

Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 163 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi pemilahan sampah yang menyasar siswa SD Negeri 2 Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Koordinator Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, menilai pembiasaan memilah sampah perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar kelak menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Pemerintah Targetkan 500 Ribu PMI Terampil hingga 2029Pekerja Migran Indonesia

Pemerintah Targetkan 500 Ribu PMI Terampil hingga 2029

Afifah· 26 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.