VOICEINDONESIA.CO, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 163 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi pemilahan sampah yang menyasar siswa SD Negeri 2 Sendangdawuhan, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Koordinator Posko 163, Muhammad Khilmi Zakariya, menilai pembiasaan memilah sampah perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar agar kelak menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.
"Edukasi seperti ini penting karena kebiasaan menjaga kebersihan perlu diajarkan sejak kecil," katanya dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/8/2026).
Tim KKN tidak hanya menjejali siswa dengan teori. Anak-anak langsung diajak mempraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik lewat sesi permainan yang dikemas interaktif.
Mahasiswa KKN menyampaikan materi lewat cerita edukatif yang mudah dicerna anak-anak. Sampah organik dikenalkan sebagai bahan yang bisa membusuk menjadi pupuk, sementara sampah anorganik ditekankan sebagai barang yang masih bisa didaur ulang.
Penekanan materi tidak berhenti pada anjuran membuang sampah pada tempatnya. Siswa diajak memahami bahwa memilah sampah sejak dari sumbernya jauh lebih penting untuk menjaga kebersihan lingkungan belajar dan bermain.
Sesi paling ditunggu muncul saat anak-anak dibagi ke dalam dua kelompok untuk berlomba memasukkan contoh sampah ke toples yang telah dipisahkan antara organik dan anorganik. Suasana kelas berubah riuh oleh sorak-sorai sesama peserta.
Khilmi berharap materi yang diterima siswa tidak berhenti di ruang kelas, melainkan terbawa hingga ke rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.
"Kegiatan sederhana seperti ini bisa memberikan dampak yang baik dan membuat anak-anak lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," pungkasnya. (Faustina Ageng)



























