VOICE Indonesia
VOICE Indonesia7 Tahun VOICEIndonesia.co

7 Tahun VOICEIndonesia.co — bagikan kritik, saran, apresiasi, atau ucapan Anda!

Kirim Pesan
Internasional

Ini Syarat dari Iran Jika Selat Hormuz Mau Dibuka

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Kapal tanker minyak beroperasi di perairan Selat Hormuz dengan latar aktivitas maritim yang strategis bagi distribusi energi global.
Kapal tanker minyak beroperasi di perairan Selat Hormuz(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Harapan pembukaan kembali Selat Hormuz kini bergantung pada serangkaian tuntutan keras yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat. Kepala Keamanan Nasional Iran Mohammad Bagher Zolghadr merilis daftar syarat yang mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS, penarikan pasukan militer, hingga pengakhiran perang secara permanen, sebelum Teheran bersedia membuka jalur strategis tersebut.

Zolghadr, yang juga menjabat sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, turut mendesak AS memberikan kompensasi atas kerugian akibat konflik serta mencairkan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.

"Ini adalah tuntutan rakyat Iran, yang telah mereka suarakan dengan lantang selama 160 hari kehadiran mereka yang teguh di lapangan dan di jalanan," ujar Zolghadr dilansir Minggu (9/8/2026).

Ia menegaskan Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama seluruh tuntutan tersebut belum dipenuhi AS, sebuah sikap tegas yang menandakan negosiasi kedua negara masih jauh dari titik temu.

"Selama Amerika tidak memperbaiki perilakunya, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali," kata Zolghadr.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (8/8) sempat menyampaikan optimisme berbeda, menyebut negaranya sangat dekat mencapai kesepakatan dengan Oman soal pengelolaan Selat Hormuz.

Meski begitu, Araghchi mengingatkan pembukaan selat tersebut tetap bergantung pada sejumlah kondisi lain, termasuk langkah AS memperbaiki pelanggaran yang dinilainya telah mencederai nota kesepahaman kedua negara yang disepakati pada Juni lalu.

Kementerian Luar Negeri Oman sendiri menggambarkan perundingan dengan Iran berjalan positif dan konstruktif, sejalan dengan laporan lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, pada Jumat (7/8) yang menyebut sebagian besar anggota parlemen Iran telah menyepakati usulan kerangka perjanjian dengan Oman, meski masih menunggu persetujuan akhir.

Ringkasan AI

Iran mengajukan syarat keras kepada AS seperti pencabutan blokade angkatan laut, penarikan pasukan, dan kompensasi kerugian sebelum membuka kembali Selat Hormuz. Meski pembicaraan dengan Oman berjalan positif, Iran menegaskan selat tak akan dibuka tanpa perbaikan sikap dari AS.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Pemangkas Rambut "Asgar" Potensial Masuk Pasar Kerja Terampil di AustraliaPekerja Migran Indonesia

Pemangkas Rambut "Asgar" Potensial Masuk Pasar Kerja Terampil di Australia

Afifah· 08 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.