VOICE Indonesia
Internasional

PM Israel Tolak Rencana Damai Gaza

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump(Foto: Voiceindonesia.co/Ist)

VOICEINDONESIA.CO, Washington – Penolakan terbuka Netanyahu terhadap rencana 15 poin Dewan Perdamaian untuk Gaza ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan sikap aslinya di balik layar. Pejabat Hamas meyakini Israel masih tetap bekerja sama dengan Dewan Perdamaian, bahkan Netanyahu dilaporkan sempat berjanji memberi kesempatan pada rencana tersebut lewat komunikasi telepon dengan utusan khusus Trump, Jared Kushner, pekan lalu.

Menurut laporan The New York Times, Netanyahu turut berjanji membatasi serangan terhadap Gaza agar proses demiliterisasi bisa segera dimulai, meski secara terbuka ia menyatakan skeptis terhadap rencana damai tersebut.

Pemerintahan Trump sendiri mengaku tidak mempermasalahkan sikap penolakan publik Netanyahu, dengan menilainya sebagai bagian dari kebutuhan politik domestik Israel yang tidak mengganggu substansi kerja sama di lapangan.

"Kami memahami kebutuhan politik Bibi. Kami tidak mempermasalahkannya selama dia terus melakukan apa yang kami minta, terutama terkait pembatasan serangan di Gaza," kata pejabat Gedung Putih, seperti dikutip Axios, Senin (10/8/2026).

Pada Minggu, Netanyahu memang secara resmi mengumumkan penolakan Israel terhadap rencana 15 poin tersebut, sembari menegaskan militer Israel tidak akan meninggalkan Gaza sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya dari persenjataannya.

Kesepakatan tahap pertama rencana perdamaian yang diajukan Trump sendiri sebelumnya sudah disetujui Israel dan Hamas pada 9 Oktober 2025, dengan mediasi Mesir, Qatar, Amerika Serikat, dan Turkiye, sebelum gencatan senjata mulai berlaku sehari setelahnya.

Berdasarkan kesepakatan itu, pasukan Israel mundur ke wilayah yang disebut "garis kuning", meski Israel tetap mempertahankan kendali atas lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza pasca-penarikan tersebut hingga saat ini.

Ringkasan AI

PM Israel Netanyahu secara terbuka menolak rencana damai 15 poin untuk Gaza, namun tetap menjalin kerja sama di balik layar dan berjanji membatasi serangan guna mendukung proses demiliterisasi. Pemerintahan Trump memahami sikap politik Netanyahu dan menilai penolakan publiknya tidak mengganggu kerja sama substansial di lapangan.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

100.000 WNI Bakal Dikirim Kerja ke Jepang per Tahun, Kampus Bakal Punya Satgas KhususPekerja Migran Indonesia

100.000 WNI Bakal Dikirim Kerja ke Jepang per Tahun, Kampus Bakal Punya Satgas Khusus

S Nurafifa· 10 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.