VOICE Indonesia
HOT
Nasional

Pengusaha Heri Black Bantah Ada Kontainer Miliknya Digeledah KPK

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co1 menit baca

Ringkasan Berita

AI
VOICE Indonesia di Google
Gedung KPK dipadukan dengan simbol Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta aktivitas bongkar muat kontainer di pelabuhan dalam ilustrasi terkait penyidikan kasus dugaan suap impor di lingkungan Ditjen
Ilustrasi menampilkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), simbol Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta kapal kargo dan kontainer di area pelabuhan.(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Heri juga mengaku tidak mengenal tersangka dalam kasus ini saat dikonfirmasi jurnalis usai pemeriksaan.

"Ndak, bukan," kata Heri Black saat ditanya kepemilikan kontainer yang digeledah KPK di Pelabuhan Tanjung Emas.

KPK menyebut Heri Black dicecar soal temuan penggeledahan di Semarang termasuk catatan-catatan adanya pemberian ke pihak Ditjen Bea dan Cukai. Pemeriksaan hari ini merupakan yang kedua bagi Heri setelah sebelumnya diperiksa pada Senin (18/5/2026).

"Penyidik mendalami temuan dalam kegiatan penggeledahan di Semarang, di antaranya catatan-catatan adanya pemberian ke pihak Ditjen Bea dan Cukai," kata juru bicara KPK.

Selain Heri Black, KPK juga memeriksa pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan jalur udara dari Bali bernama Sri Pangestuti pada hari yang sama. KPK sebelumnya telah memeriksa 20 forwarder terkait kasus importasi Ditjen Bea Cukai.

Pilihan Redaksi

Gandeng Praktisi Media, Imigrasi Sukabumi Benahi Komunikasi PublikImigrasi

Gandeng Praktisi Media, Imigrasi Sukabumi Benahi Komunikasi Publik

VOICE Indonesia· 22 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.