VOICE Indonesia
Nasional

Jumlah Korban Gempa di Myanmar Capai 4.600 Orang

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Jumlah Korban Gempa di Myanmar Capai 4.600 Orang
Jumlah Korban Gempa di Myanmar Capai 4.600 Orang

VOICEINDONESIA.CO, Tokyo - Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar pekan lalu bertambah menjadi lebih dari 2.800 orang, dengan 4.600 lebih lainnya mengalami luka-luka.

Hal itu disampaikan pemerintah militer Myanmar pada Rabu (3/4), lima hari setelah bencana yang semakin memperparah krisis kemanusiaan di negara yang dilanda perang saudara tersebut.

Jumlah korban akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah tengah Myanmar dikhawatirkan terus bertambah, karena ratusan orang masih terjebak di bawah reruntuhan di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu yang berdekatan dengan pusat gempa, di tengah keterbatasan alat berat.

Baca Juga: Pemkab Karawang Gandeng Kodim Kirim Bantuan ke Myanmar

Data korban terbaru itu dirilis setelah tiga kelompok bersenjata etnis minoritas yang tergabung dalam sebuah aliansi mengumumkan gencatan senjata sepihak selama satu bulan dalam pertempuran mereka melawan militer sehari sebelumnya, demi mendukung upaya bantuan gempa.

Aliansi Tiga Bersaudara, yang terdiri dari Tentara Arakan, Tentara Aliansi Demokrasi Nasional Myanmar, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, menyatakan pada Selasa bahwa mereka tidak akan melancarkan operasi ofensif dan hanya akan bertindak untuk membela diri guna memastikan kelancaran operasi kemanusiaan.

Gencatan senjata sepihak juga telah diumumkan pada Sabtu oleh pemerintahan paralel yang dibentuk oleh anggota pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi yang digulingkan dalam kudeta Februari 2021.

Baca Juga: Diduga Korban TPPO Kerja 24 Jam, TKW Asal Karawang Minta Pulang

Sementara itu, pihak militer belum mengatakan akan menghentikan serangannya.

Menurut laporan media setempat, mereka terus melakukan serangan udara di wilayah kekuasaan pasukan oposisi yang terdiri dari beberapa kelompok pemberontak etnis minoritas dan pemerintahan Pemerintah Persatuan Nasional.

Pada Rabu, Junta mengatakan lebih dari 1.500 anggota tim penyelamat asing sedang melakukan operasi evakuasi setelah gempa kuat di Myanmar.

Pada hari yang sama, tim medis asal Jepang tiba di Yangon untuk mengirim pasokan bantuan darurat, termasuk perlengkapan sanitasi, air, dan alat pemurni air.*

Ringkasan AI

# Rangkuman Berita Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar telah mengakibatkan lebih dari 2.800 orang meninggal dan 4.600 lainnya luka-luka, dengan korban diperkirakan terus bertambah karena ratusan orang masih terjebak di reruntuhan Mandalay. Meskipun beberapa kelompok bersenjata etnis minoritas dan pemerintahan paralel telah mengumumkan gencatan senjata sepihak selama sebulan untuk mendukung operasi kemanusiaan, pihak militer Myanmar belum menghentikan serangannya. Upaya bantuan internasional terus berlangsung dengan lebih dari 1.500 petugas penyelamat asing yang bergerak melakukan evakuasi, didukung kedatangan tim medis Jepang dengan pasokan darurat.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.