VOICE Indonesia
Nasional

Pemerintah Klaim Program MBG di Pelosok Tersendat Masalah Pasokan Bahan Pangan

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Pemerintah Klaim Program MBG di Pelosok Tersendat Masalah Pasokan Bahan Pangan
Pemerintah Klaim Program MBG di Pelosok Tersendat Masalah Pasokan Bahan Pangan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta — Kesiapan rantai pasok pangan lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum merata di berbagai wilayah. Sejumlah daerah, terutama kawasan terpencil, masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan bahan baku dari sumber lokal.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan Nani Hendiarti menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam pelaksanaan program MBG.

“Ada kebijakan baru untuk menambah biaya tambahan untuk lokasi-lokasi terpencil,” ujarnya dalam forum APPMBGI National Summit di Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Ia menjelaskan kebijakan itu diberikan karena tidak semua daerah mampu mengandalkan pasokan lokal dalam waktu dekat. Wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) masih menghadapi keterbatasan akses dan distribusi.

Meski demikian, pemerintah tetap mendorong daerah membangun ekosistem pangan lokal secara bertahap. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program.

“Diharapkannya bahan pasokan pangan itu berasal dari lokal,” katanya.

Menurut dia, pemanfaatan rantai pasok lokal dapat menekan biaya logistik sekaligus menjaga kualitas bahan baku. Pasokan dapat melibatkan koperasi desa, UMKM, BUMDes, hingga pelaku usaha sektor perikanan dan peternakan.

Baca Juga : 69 Siswa Keracunan MBG, Pemkot Kediri Tutup SPPG Usai Temuan Bakteri E. Coli

Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi untuk memperkuat sistem tersebut. Aturan ini diharapkan dapat mengoordinasikan berbagai pihak dalam menjamin ketersediaan pangan.

“Karena kalau nggak ada bahan pangannya kan nggak bisa berjalan programnya,” ucapnya.

Selain regulasi, pemerintah juga menyiapkan proyek percontohan dan petunjuk teknis untuk mendukung implementasi di lapangan. Koordinasi lintas kementerian dilakukan guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan dalam program MBG. (Sin/Ri)

Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan

Baca Berita Lainnya di Google News

Ringkasan AI

# Rangkuman Berita Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami hambatan di daerah terpencil karena keterbatasan pasokan bahan pangan lokal yang belum merata di seluruh wilayah. Pemerintah telah menetapkan kebijakan baru untuk menambah biaya tambahan di lokasi-lokasi terpencil sambil terus mendorong pengembangan ekosistem pangan lokal secara bertahap melalui koperasi desa, UMKM, dan BUMDes. Untuk memperkuat sistem ini, pemerintah sedang menyiapkan regulasi, proyek percontohan, dan petunjuk teknis dengan koordinasi lintas kementerian guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan dalam program MBG.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.