VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Kisah Pilu Janda NTB: Jual Tanah Demi Malaysia

Aulia Ichsan - VOICEIndonesia.co3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Kisah Pilu Janda NTB: Jual Tanah Demi Malaysia
Kisah Pilu Janda NTB: Jual Tanah Demi Malaysia
VOICEINDONESIA.CO,Batam – Seorang wanita asal Lombok  Nusa Tenggara Barat (NTB) FT (48) menjadi salah satu dari 41 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang diamankan Polsek Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (16/4/2026). Di balik pengamanan tersebut, terselip kisah pilu mengenai pengorbanan harta benda yang berujung pada ancaman penipuan sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dalam proses pendalaman kasus yang melibatkan petugas BP3MI Kepulauan Riau, wanita tersebut mengungkapkan keputusasaannya demi menghidupi lima orang anaknya setelah sang suami meninggal dunia. Rela Jual Aset demi Mengadu Nasib Tanpa pendampingan resmi, korban mengaku nekat menghabiskan seluruh hartanya di kampung halaman agar bisa mencapai Malaysia saat di wawancara pada kamis (16/04/2026) "Saya dari Lombok, sudah tiga bulan (persiapan). Saya sampai jual rumah, jual tanah untuk modal berangkat ke sini. Saya mau kerja ke Malaysia, kerja apa saja, mau di ladang atau rumah tangga yang penting dapat uang, karena di kampung tidak ada pekerjaan." katanya Meski mengaku mengurus dokumen secara mandiri, korban terjebak dalam skema pemberangkatan yang tidak aman. Ia terlantar di Batam tanpa alat komunikasi setelah diduga diperdaya oleh oknum di lapangan. "Saya berangkat sendiri, buat paspor sendiri di Lombok. Ini paspor baru, baru lima hari. Keluarga di kampung sudah tahu saya berangkat, tapi sekarang saya bingung kalau dipulangkan, saya tidak punya handphone, tidak hafal nomor telepon keluarga, dan di Batam saya tidak punya siapa-siapa." Ujar FT dengan nada sedih. Terselamatkan dari Jeratan Sindikat Kehadiran petugas Kepolisian di Pelabuhan Batam Center menjadi penyelamat bagi korban sebelum ia benar-benar hilang kontak di negeri orang. Ia mengaku sempat menyesal setelah diturunkan paksa oleh pihak yang semula menjanjikannya akses ke pelabuhan. "Tadi saya dibawa sopir taksi, katanya mau dibawa ke pelabuhan Batam Center, tapi saya malah diturunkan dan akhirnya diamankan (petugas) di sini. Suami saya sudah meninggal, saya punya lima anak yang harus dibiayai." Ungkap FT Tindak Lanjut Kepolisian Kapolsek Kawasan Pelabuhan Polresta Barelang mengonfirmasi bahwa ada 41 CPMI yang diamankan Laki-laki dan Perempuan dan terdapat 6 orang yang berasal dari NTB, termasuk wanita tersebut. Langkah selanjutnya, seluruh CPMI ini akan diserahterimakan kepada BP3MI Kepulauan Riau untuk proses pemulangan. Pihak kepolisian juga tengah menyusun produk rekomendasi penegakan hukum guna memburu pelaku penempatan ilegal dan aktor Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyasar warga rentan di daerah asal.(Iko/as/red)

Pilihan Redaksi :Jejak Buram Paspor PMI, Dugaan Main Mata Oknum Imigrasi dan Sindikat TPPO

Jangan Lupa baca Editorial yang tidak kalah pentingnya :Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!

Baca Berita Lainnya di Google News 

Ringkasan AI

Seorang janda dari Lombok berusia 48 tahun (FT) terpaksa menjual rumah dan tanah untuk membiayai perjalanan ilegal ke Malaysia demi mencari pekerjaan dan menghidupi lima anaknya. Ia termasuk 41 Calon Pekerja Migran Indonesia yang diamankan di Pelabuhan Batam Center karena terjebak dalam skema pemberangkatan tidak aman dan diduga menjadi korban sindikat perdagangan orang. Setelah dikeluarkan paksa dari taksi, FT diselamatkan oleh petugas kepolisian sebelum benar-benar hilang kontak. Kepolisian kini akan menyerahkan seluruh CPMI kepada BP3MI untuk proses pemulangan dan mengejar pelaku perdagangan orang ilegal.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Bolak-Balik ke Papua, Warga Rusia Ini DideportasiImigrasi

Bolak-Balik ke Papua, Warga Rusia Ini Dideportasi

Afifah· 25 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.