VOICE Indonesia
Ekonomi

9 Saham RI Masih Tertahan di MSCI Global Standard Index

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
menampilkan layar perdagangan saham dengan grafik indeks yang bergerak fluktuatif dan dominasi tren penurunan, disertai tampilan angka harga saham yang dibuat abstrak tanpa menggunakan data atau logo perusahaan tertentu
Ilustrasi pergerakan pasar saham Indonesia(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Tinjauan MSCI atas komposisi saham Indonesia periode Agustus 2026 langsung terasa dampaknya ke pasar, dengan IHSG melemah 33,46 poin atau 0,52 persen ke posisi 6.340,39 pada pembukaan perdagangan Kamis. Indeks LQ45 turut terkoreksi 4,00 poin atau 0,63 persen ke posisi 629,84, mencerminkan respons jangka pendek pelaku pasar atas perubahan komposisi tersebut.

MSCI mengeluarkan dua saham dari MSCI Global Standard Indexes, dengan salah satunya diturunkan kategorinya ke MSCI Global Small Cap Index, sementara satu saham lain dipindahkan ke kategori serupa dan sembilan saham lainnya dikeluarkan sepenuhnya dari indeks tersebut.

Hasil tinjauan ini menyisakan sembilan saham Indonesia yang masih bertahan di MSCI Global Standard Index, ditambah sekitar 33 saham lain yang tetap menghuni MSCI Global Small Cap Indexes.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyebut MSCI belum mengubah komposisi negara Emerging Markets dalam MSCI Frontier Emerging Markets Index usai menyelesaikan Annual Country Review 2026.

"Hasil review ini menunjukkan tidak terdapat perubahan terhadap daftar negara Emerging Markets yang saat ini masuk dalam indeks, sehingga belum ada perubahan komposisi yang berasal dari review tahunan tersebut," ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Dari sisi teknikal, Liza memproyeksikan IHSG masih berpeluang breakout di atas 6.377 menuju target penguatan 6.462 hingga 6.550 selama mampu bertahan di atas level 6.308-6.269, dengan resistance mayor berikutnya di kisaran 6.635/6.723.

"Selama IHSG mampu bertahan di atas 6.308-6.269, peluang breakout di atas 6.377 tetap terbuka dengan target penguatan menuju 6.462 hingga 6.550, sementara resistance mayor berikutnya berada di sekitar 6.635/6.723," ujarnya.

Di luar sentimen MSCI, utang pemerintah Indonesia tercatat mencapai Rp10.293,69 triliun hingga Juni 2026 atau setara 41,26 persen terhadap PDB, tumbuh Rp1.819,79 triliun atau 21,5 persen sejak akhir September 2024, dengan rasio pembayaran bunga terhadap penerimaan fiskal naik menjadi 19 persen dari sebelumnya 14,6 persen pada 2022.

"Meski masih di bawah batas 60 persen PDB, tren ini perlu diwaspadai untuk menjaga keberlanjutan fiskal," ujar Liza.

Dari mancanegara, data CPI AS Juli 2026 yang sesuai ekspektasi turut mewarnai sentimen pasar, dengan headline CPI naik 0,1 persen secara bulanan dan melambat menjadi 3,4 persen secara tahunan, mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga dan mendongkrak probabilitas penahanan suku bunga pada September menjadi 62 persen dari sebelumnya 54 persen.

"Namun, pasar tetap mewaspadai potensi kenaikan inflasi pada Agustus akibat lonjakan harga minyak," ujarnya.

Ketegangan geopolitik turut membayangi pasar setelah AS dan Iran kembali berselisih soal kendali Selat Hormuz, ditambah serangan terhadap kapal komersial di kawasan Bab el-Mandeb yang meningkatkan kekhawatiran gangguan rantai pasokan energi global.

Bursa saham Eropa kompak melemah pada Kamis, dengan Euro Stoxx 50 turun 0,16 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,10 persen, DAX Jerman turun 0,20 persen, dan CAC 40 Prancis melemah 0,50 persen, sementara Wall Street bergerak variatif dengan S&P 500 menguat 0,30 persen dan Dow Jones melemah 0,30 persen.

Ringkasan AI

Jakarta – Tinjauan MSCI atas komposisi saham Indonesia periode Agustus 2026 langsung terasa dampaknya ke pasar, dengan IHSG melemah 33,46 poin atau 0,52 persen ke posisi 6.340,39 pada pembukaan perdagangan Kamis. Indeks LQ45 turut terkoreksi 4,00 poin atau 0,63 persen ke posisi 629,84, mencerminkan respons jangka pendek pelaku pasar atas perubahan komposisi tersebut.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Cegah Antrean Bandara, Imigrasi Bedakan Tarif E-Visa dan VOA Langsung di LokasiImigrasi

Cegah Antrean Bandara, Imigrasi Bedakan Tarif E-Visa dan VOA Langsung di Lokasi

Abdulloh Hilmi· 12 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.