Baca Juga: Atasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Keluarkan 10 Langkah Mitigasi Ferry meminta seluruh balai pelatihan di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk lebih proaktif membangun kolaborasi strategis dengan sektor industri. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia hanya bisa meningkat jika pelatihan dilaksanakan dengan standar yang jelas dan berorientasi pada hasil akhir. “Oleh karena itu, pelatihan vokasi tidak boleh sekadar menggugurkan kegiatan,” tegasnya. Selain relevansi industri, Kemnaker juga mendorong agar akses pelatihan vokasi bersifat inklusif. Baca Juga: Pemerintah Harus Waspada Subsidi BBM Jebol Akibat Perang Iran-Amerika Hal ini bertujuan memberikan kesempatan setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, untuk bersaing di dunia kerja. “Pelatihan vokasi harus membuka akses seluas-luasnya, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Kita ingin semua memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang kerja,” tutup Ferry. (af/hi) Pilihan Redaksi: Seleksi Ketat Atase: Tamatnya Era Pejabat Titipan?
Baca Berita Lainnya di Google News


























